Pangkalpinang, 23 Januari 2026
Peringatan Hari Desa Nasional yang jatuh pada tanggal 15 Januari
merupakan momen penting untuk meneguhkan kembali peran krusial Desa sebagai
fondasi pembangunan Indonesia. Desa diakui dan diapresiasi karena kontribusinya dalam
memperkuat struktur ekonomi, sosial dan budaya Indonesia. Hari Desa Nasional
ini menjadi momentum tepat memperkuat
sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai ke tingkat
pemerintahan desa guna menciptakan pembangunan desa yang lebih maju, inklusif, berkelanjutan dan
berdaya.
Peringatan Hari Desa Nasional memberikan ruang untuk merefleksikan peran kita sebagai Pendamping Desa dalam memfasilitasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa selama satu dekade ini yang penuh dinamika dan tantangan.
Bagi para pendamping desa, satu dekade terakhir adalah perjalanan panjang yang penuh dinamika. Ada capaian yang membanggakan, ada pembelajaran yang menguatkan, sekaligus tantangan yang menguji komitmen. Pendampingan desa tumbuh dan berkembang seiring perubahan kebijakan dan beragamnya kondisi sosial desa.
Pendamping desa dirancang untuk hadir sebagai fasilitator, bukan pengambil alih peran desa. Pendamping Desa membantu membuka ruang partisipasi, menguatkan kapasitas, dan memastikan desa mampu menjalankan kewenangannya secara bertanggung jawab. Dalam praktiknya, peran ini terus beradaptasi dengan kompleksitas lapangan.
Tantangan lain adanya keterbatasan
sumber daya, akses terhadap teknologi, dan kesenjangan dalam pengetahuan masih
menjadi kendala yang dihadapi oleh Para Pendamping Desa. Masih dibutuhkan upaya secara terus-menerus untuk meningkatkan kapasitas kepada Para Pendamping Desa agar dapat memberikan kontribusi terbaik bagi desa.






