Sabtu, 24 Januari 2026

Refleksi Pendamping Desa dan Desa

Pangkalpinang, 23 Januari 2026

Peringatan Hari Desa Nasional yang jatuh pada tanggal 15 Januari merupakan momen penting untuk meneguhkan kembali peran krusial Desa sebagai fondasi pembangunan Indonesia. Desa diakui dan diapresiasi karena kontribusinya dalam memperkuat struktur ekonomi, sosial dan budaya Indonesia. Hari Desa Nasional ini  menjadi momentum tepat memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai ke tingkat pemerintahan desa guna menciptakan pembangunan desa yang lebih maju, inklusif, berkelanjutan dan berdaya.

Peringatan Hari Desa Nasional memberikan ruang untuk merefleksikan peran kita sebagai Pendamping Desa dalam memfasilitasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa selama satu dekade ini yang penuh dinamika dan tantangan.

Perkembangan Desa-Desa Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdasarkan data indeks desa mandiri (IDM) pada tahun 2021 terdapat 171 Desa Berkembang dari 309 Desa, 125 Desa Maju dari 309 Desa, dan 13 Desa Mandiri dari 309 Desa. Kini berdasarkan Data Keputusan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Nomor 343 Tahun 2025 tentang Status Kemajuan Kemandirian Desa Tahun 2025, mengalami perkembangan yang signifikan yaitu 10 Desa Berkembang, 111 Desa Maju dan 188 Desa Mandiri. Kenaikan signifikan status desa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari 2021 ke 2025 tidak dapat dilepaskan dari peran strategis Pendamping Desa yang mengawal perencanaan pembangunan Desa, memastikan kualitas belanja desa, memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas aparatur dan masyarakat, serta menjaga arah pembangunan desa agar selaras dengan indikator kemandirian. Dengan capaian 188 Desa Mandiri, peran Pendamping Desa ke depan bukan lagi  mendorong naik status, tetapi menjaga keberlanjutan kemandirian desa agar tidak stagnan atau menurun. Pendamping Desa telah memainkan peran penting sebagai pengawal perencanaan, penguat kapasitas, fasilitator ekonomi desa, dan agen perubahan sosial.

Bagi para pendamping desa, satu dekade terakhir adalah perjalanan panjang yang penuh dinamika. Ada capaian yang membanggakan, ada pembelajaran yang menguatkan, sekaligus tantangan yang menguji komitmen. Pendampingan desa tumbuh dan berkembang seiring perubahan kebijakan dan beragamnya kondisi sosial desa.

Pendamping desa dirancang untuk hadir sebagai fasilitator, bukan pengambil alih peran desa. Pendamping Desa membantu membuka ruang partisipasi, menguatkan kapasitas, dan memastikan desa mampu menjalankan kewenangannya secara bertanggung jawab. Dalam praktiknya, peran ini terus beradaptasi dengan kompleksitas lapangan.

Pendamping desa juga  menjembatani antara kebijakan Pusat yang bersifat teknis dengan kondisi sosial desa yang terbiasa kontekstual. Fungsi ini krusial dalam memastikan kebijakan dapat diimplementasikan tanpa mengabaikan karakteristik dan kebutuhan lokal. 
Namun demikian, tantangan pendampingan desa juga semakin nyata. Peningkatan tuntutan akuntabilitas dan pelaporan telah mendorong pergeseran fokus pendampingan ke arah administratif. Kondisi ini berpotensi mengurangi ruang bagi proses pemberdayaan yang substantif dan berorientasi pada transformasi sosial.
Tantangan ini bukan semata persoalan individu pendamping, melainkan cerminan dari desain sistem pendampingan yang perlu terus disempurnakan. Ketika proses menjadi terlalu prosedural, esensi pendampingan sebagai upaya memampukan desa berisiko tereduksi.

Tantangan lain adanya keterbatasan sumber daya, akses terhadap teknologi, dan kesenjangan dalam pengetahuan masih menjadi kendala yang dihadapi oleh Para Pendamping Desa. Masih dibutuhkan upaya secara terus-menerus untuk meningkatkan kapasitas kepada Para Pendamping Desa agar dapat  memberikan kontribusi terbaik bagi desa.

Apresiasi atas  dedikasi dan kerja keras para Pendamping Desa yang berjuang untuk mengangkat derajat masyarakat desa. Pendamping Desa adalah agen perubahan nyata, merubah Desa menuju Desa yang mandiri, inklusif, berkelanjutan dan berdaya.

Bangun Desa Bangun Indonesia
Desa Terdepan Untuk Indonesia




Koordinator TPP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.


Minggu, 19 Oktober 2025

Pak Yandri Susanto masuk 3 Besar Menteri Terbaik

Jakarta – Kinerja Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Bapak Yandri Susanto mendapat apresiasi tinggi publik. Berdasarkan hasil Survei Strategic and Political Insight Network (SPIN) periode Oktober 2025, Pak Yandri berhasil menempati posisi tiga besar menteri dengan kinerja terbaik nasional, dengan tingkat kepuasan publik mencapai 66,9 persen.

Capaian itu menempatkan Pak Yandri di bawah Abdul Mu’ti (Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah) yang meraih 67,5 persen, dan Amran Sulaiman (Menteri Pertanian) dengan 67,3 persen. Survei dilakukan pada 1–9 Oktober 2025 di 38 provinsi dengan melibatkan 1.600 responden, margin of error ±2,45 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Direktur Eksekutif SPIN, Mawardin Sidik, mengatakan bahwa hasil survei tersebut menunjukkan pengakuan publik atas kinerja konkret Yandri dalam mendorong pembangunan desa dan pemberdayaan ekonomi lokal.   

“Yandri Susanto dinilai publik mampu menjaga kesinambungan program desa dengan inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Publik melihat kerja nyata, bukan hanya wacana,” ujar Mawardin dalam keterangan persnya, Kamis (16/10/2025).

Menurut Mawardin, sejumlah kebijakan unggulan Kementerian Desa seperti penguatan BUMDes, digitalisasi ekonomi desa, dan program karya produktif terbukti memberikan dampak langsung bagi masyarakat desa. Sinergi dengan berbagai kementerian lain juga membuat program pengentasan kemiskinan dan pemerataan pembangunan berjalan lebih terarah.

“Kini isu pembangunan desa tak lagi dianggap pelengkap. Justru menjadi fondasi utama pemerataan ekonomi nasional. Yandri berhasil mengubah paradigma itu,” tambahnya.

 

Empat Faktor Kunci di Balik Capaian Yandri

Peneliti Studi Pembangunan Indonesia, Fandi Ahmad, menilai ada empat faktor utama yang menjelaskan tingginya kepuasan publik terhadap Yandri Susanto.

Pertama, posisi Kementerian Desa dan PDT di bawah pemerintahan Prabowo-Gibran menjadi poros utama dalam menjalankan program strategis nasional, salah satunya Koperasi Desa Merah Putih.

Kedua, keberhasilan mengeksekusi Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 yang mendorong pembentukan lebih dari 80.000 koperasi desa, menjadi bukti kuat implementasi kebijakan yang langsung menyentuh masyarakat.

“Langkah cepat pembentukan Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan peran besar Yandri yang bersinergi dengan Kementerian Koperasi dan UKM,” ujar Fandi, alumnus Monash University itu.

Ketiga, Yandri dinilai mampu mengintegrasikan peran BUMDes dan koperasi desa, sehingga keduanya saling mendukung dalam memperkuat ekonomi masyarakat akar rumput.

Keempat, Yandri juga berhasil mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kementerian Desa dan PDT tahun 2024 — sesuatu yang memperkuat citra profesional dan transparan kementerian tersebut.

“Kombinasi antara kinerja program dan tata kelola keuangan yang baik menjadi alasan publik menaruh kepercayaan tinggi kepada Yandri,” tegas Fandi.

Survei SPIN ini sekaligus menegaskan bahwa dalam satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka, program pembangunan desa menjadi salah satu sektor yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Sektor desa kini menjadi ujung tombak pemerataan ekonomi nasional. Publik menilai Yandri berhasil menjadikan pembangunan desa sebagai agenda strategis pemerintah,” tutup Mawardin.

Senin, 06 Oktober 2025

Family Gathering TPP se-Pulau Bangka: Pererat Kebersamaan dan Semangat Pengabdian di Pantai Akhlak

Bangka, 23–24 Agustus 2025 — Dalam semangat mempererat tali silaturahmi dan memperkuat solidaritas antar Tenaga Pendamping Profesional (TPP) se-Pulau Bangka, kegiatan Family Gathering TPP sukses digelar di Pantai Akhlak (Pantai Bio), Desa Deniang, Kabupaten Bangka. Acara ini berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu, 23–24 Agustus 2025, dengan suasana penuh keakraban dan kekeluargaan.

Kegiatan yang diprakarsai oleh TAPM Provinsi Bangka Belitung, ini bertujuan untuk menyegarkan kembali semangat kerja para pendamping desa yang sehari-harinya berkutat dalam tugas pemberdayaan masyarakat di seluruh pelosok desa.

Rangkaian kegiatan dimulai pada Sabtu siang, ketika para peserta dari berbagai kabupaten di Pulau Bangka - meliputi Kabupaten Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, dan Bangka Barat — tiba di lokasi perkemahan. Suasana pantai yang rindang dengan deretan pohon kelapa menjadi tempat ideal untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan.

Malam harinya, para peserta berkumpul menikmati kegiatan santai seperti bermain gaple dan remi, diselingi canda tawa yang mempererat kebersamaan. Aroma kopi dan obrolan hangat di bawah cahaya lampu tenda menjadi momen berkesan bagi seluruh peserta.

Keesokan paginya, kegiatan dilanjutkan dengan permainan kebersamaan dan foto bersama di tepi pantai, berlatar panorama laut biru dan gugusan batu granit khas Bangka. Tak lupa, acara makan bersama dan kegiatan santai keluarga turut menambah kehangatan suasana.

Acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini menjadi momentum penting untuk menumbuhkan kembali rasa kebersamaan antar TPP, sekaligus memperkuat sinergi dalam mendukung program Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.


Kegiatan Family Gathering TPP se-Pulau Bangka ini diharapkan mampu memperkokoh kekompakan dan motivasi seluruh tenaga pendamping dalam mendampingi masyarakat menuju desa yang berketahanan dan berkelanjutan.


Refleksi Pendamping Desa dan Desa

Pangkalpinang, 23 Januari 2026 Peringatan Hari Desa   Nasiona l yang jatuh pada tanggal 15 Januari merupakan momen penting untuk meneguhkan ...