Pangkalpinang, 23 Januari 2026
Peringatan Hari Desa Nasional yang jatuh pada tanggal 15 Januari
merupakan momen penting untuk meneguhkan kembali peran krusial Desa sebagai
fondasi pembangunan Indonesia. Desa diakui dan diapresiasi karena kontribusinya dalam
memperkuat struktur ekonomi, sosial dan budaya Indonesia. Hari Desa Nasional
ini menjadi momentum tepat memperkuat
sinergi antara Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota sampai ke tingkat
pemerintahan desa guna menciptakan pembangunan desa yang lebih maju, inklusif, berkelanjutan dan
berdaya.
Peringatan Hari Desa Nasional memberikan ruang untuk
merefleksikan peran kita sebagai Pendamping Desa dalam memfasilitasi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa selama satu dekade ini yang penuh dinamika dan tantangan.

Perkembangan Desa-Desa Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berdasarkan data indeks desa mandiri (IDM) pada tahun 2021 terdapat 171 Desa Berkembang dari 309 Desa, 125 Desa Maju dari 309 Desa, dan 13 Desa Mandiri dari 309 Desa. Kini berdasarkan Data Keputusan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia Nomor 343 Tahun 2025 tentang Status Kemajuan Kemandirian Desa Tahun 2025, mengalami perkembangan yang signifikan yaitu 10 Desa Berkembang, 111 Desa Maju dan 188 Desa Mandiri. Kenaikan signifikan status desa di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dari 2021 ke 2025 tidak dapat dilepaskan dari peran strategis Pendamping Desa yang mengawal perencanaan pembangunan Desa, memastikan kualitas belanja desa, memperkuat kelembagaan, meningkatkan kapasitas aparatur dan masyarakat, serta menjaga arah pembangunan desa agar selaras dengan indikator kemandirian. Dengan capaian 188 Desa Mandiri, peran Pendamping Desa ke depan bukan lagi mendorong naik status, tetapi menjaga keberlanjutan kemandirian desa agar tidak stagnan atau menurun. Pendamping Desa telah memainkan peran penting sebagai pengawal perencanaan, penguat kapasitas, fasilitator ekonomi desa, dan agen perubahan sosial.
Bagi para pendamping desa, satu dekade terakhir adalah perjalanan panjang yang penuh dinamika. Ada capaian yang membanggakan, ada pembelajaran yang menguatkan, sekaligus tantangan yang menguji komitmen. Pendampingan desa tumbuh dan berkembang seiring perubahan kebijakan dan beragamnya kondisi sosial desa.
Pendamping desa dirancang untuk hadir sebagai fasilitator, bukan pengambil alih peran desa. Pendamping Desa membantu membuka ruang partisipasi, menguatkan kapasitas, dan memastikan desa mampu menjalankan kewenangannya secara bertanggung jawab. Dalam praktiknya, peran ini terus beradaptasi dengan kompleksitas lapangan.

Pendamping desa juga menjembatani antara kebijakan Pusat yang bersifat teknis dengan kondisi sosial desa yang terbiasa kontekstual. Fungsi ini krusial dalam memastikan kebijakan dapat diimplementasikan tanpa mengabaikan karakteristik dan kebutuhan lokal.
Namun demikian, tantangan pendampingan desa juga semakin nyata. Peningkatan tuntutan akuntabilitas dan pelaporan telah mendorong pergeseran fokus pendampingan ke arah administratif. Kondisi ini berpotensi mengurangi ruang bagi proses pemberdayaan yang substantif dan berorientasi pada transformasi sosial.
Tantangan ini bukan semata persoalan individu pendamping, melainkan cerminan dari desain sistem pendampingan yang perlu terus disempurnakan. Ketika proses menjadi terlalu prosedural, esensi pendampingan sebagai upaya memampukan desa berisiko tereduksi.
Tantangan lain adanya keterbatasan
sumber daya, akses terhadap teknologi, dan kesenjangan dalam pengetahuan masih
menjadi kendala yang dihadapi oleh Para Pendamping Desa. Masih dibutuhkan upaya secara terus-menerus untuk meningkatkan kapasitas kepada Para Pendamping Desa agar dapat memberikan kontribusi terbaik bagi desa.
Apresiasi atas dedikasi dan kerja keras para Pendamping Desa yang berjuang untuk mengangkat derajat masyarakat desa. Pendamping Desa adalah agen
perubahan nyata, merubah Desa menuju Desa yang mandiri, inklusif, berkelanjutan dan berdaya.
Bangun Desa Bangun Indonesia
Desa Terdepan Untuk Indonesia
Koordinator TPP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.